Cara Kerja SSD

SSD merupakan terobosan terbaru dari harddisk konvensional yang menggunakan semikonduktor sebagai penyimpanan data dan membaca file data dalam flash memory array. Hal ini yang membedakan dengan harddisk konvensional yang menggunakan platter magnetis (piringan hitam yang berputar sangat cepat), karena platter membutuhkan konsumsi daya besar seiring dengan bertambahnya kecepatan putar piringan hitam sehingga cepat panas. Oleh karena itu perkembangan dari SSD dapat meningkatkan kapasitas dan performansi sehingga dapat digunakan sebagai server. Prinsip kerja SSD sama dengan RAM, mengingat SSD tidak terdapat bagian yang bergerak, baik itu platter maupun head yang berpindah-pindah seperti pada harddisk konvensional. Data yang ada pada SSD akan dibagi dalam ukuran word (1 word=2 byte) dan disimpan dalam memori. Kemudian data diakses dengan cepat oleh micro menggunakan metode pengalamatan yang unik.
Solid state drive dapat menggunakan dua jenis memori, yaitu NAND flash memory atau DRAM (Direct Random Access Memory). Sesuai dengan namanya, NAND berasal dari gerbang logika NOT AND yang diimplementasikan ke USB flash drive atau biasa dikenal sebagai flash disk. NAND flash bersifat non volatile, yaitu data disimpan secara permanen meski tidak ada aliran listrik, sedangkan DRAM bersifat volatile, yaitu penyimpanan yang membutuhkan catu daya listrik untuk menyimpan data, apabila catu daya hilang maka data akan hilang (Sardi, 2010).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s